Entri Populer

Rabu, 28 Desember 2011

SABAR

" Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." ( Surat Al Nahl : 96 )

     Sabar merupakan bentuk ibadah yang tidak terhitung pahalanya, un limited. Seorang mukmin yang sabar mempunyai kedudukan yang sangat istimewa disisi Allah. Innallaha ma'a al-sabirin, Allah bersama-sama mereka yang sabar. Sangat jelas janji Allah, apalagi yang kita inginkan ?  Bukankah Allah segala-galanya ?
Langit, bumi dan seisinya tidak lagi penting, biarlah semua hilang asal Allah selalu bersama kita.
     Bagaimanakah bentuk sabar ? Kapan dan dimana harus bersabar ? Sampai kapan kita harus bersabar ?
Kita dapat meneladani nabi-nabi Allah dengan membuka lembaran-lembaran kitab Qur'an, kita baca dan pahami bagaimana kesabaran para Nabi dan merekalah contoh terbaik untuk kita. Saat kita sesak dada, sedih, kecewa, putus asa, terhimpit masalah ekonomi dll.....coba kita tengok ke belakang melihat orang yang telah berjaya hasil kesabaran mereka. Luar biasa !
Sebagai muslim dengan iman akan mendorong kita kepada Tauhid, mengEsakan Allah semata-mata. Dengan Tauhid kita akan meyakini bahwa segala dunia dan seisinya adalah milik Allah termasuk diri kita. Oleh karena itu tujuan hidup kita adalah 'ubudiyah kepada Allah. Tunduk kepadaNya.Kita selaraskan fisik, mental, hati, roh, nafsu dan segalanya tunduk hanya pada kehendak Allah ta'ala.
     Dalam kehidupan kita ada dua keadaan yang tidak pernah terlepas dari diri kita. Keadaan yang disenangi oleh diri dan nafsu kita dan keadaan yang tidak disenangi oleh diri dan nafsu kita. Kesehatan, kecantikan, rumah yang luas, pangkat dan kedudukan yang tinggi, harta yang melimpah, suami atau istri yang membahagiakan, anak-anak yang cerdas dan sholeh, pujian dan sanjungan, adalah contoh bentuk keadaan yang kita senangi.
Kematian orang yang kita sayangi, perpisahan, mutasi kerja ke tempat yang jauh, musibah, perampokan, penyakit, penghianatan kawan dan saudara, kemiskinan, kelaparan adalah contoh keadaan yang tidak kita senangi. Dua keadaan tersebut selalu datang pada diri kita silih berganti dan sabar adalah kunci yang terbaik untuk mengahadapinya. Sabar taat menjalankan perintahNya, sabar meninggalkan larangan dan maksiat, sabar dengan musibah yang menjadi takdir Allah.
     " Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." ( QS Az-Zumar {39}: 10 ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar